Pemkab Lamteng akan genjot pemasaran beras sigerku

Pemkab Lamteng akan genjot pemasaran beras sigerku
Lampung Tengah-Beras inovasi berbahan baku singkong dan jagung yang dikembangkan Balai Besar Teknologi Pati Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TP-BPPT) di Kampung Negarabumi Ilir, Kecamatan Anaktuha, Lampung Tengah, kurang diminati. Hal ini membuat Pemkab Lamteng berpikir keras untuk mempromosikannya lebih luas. Plt. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menegaskan bahwa promosi beras berbahan baku singkong dan jagung terus dilakukan. "Pemasaran jadi masalah sehingga beras berbahan baku singkong dan jagung ini kurang diminati. Karena itu, kita akan ekspansi promosi besar-besaran. Dalam pameran di Tangerang juga akan dipromosikan," ujarnya. Dalam hal ini, kata Loekman, Pemkab Lamteng juga akan mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) mengonsumsi minimal 2 kg dalam sebulan. "Supaya diminati, kita juga harus mencoba. Kita akan wajibkan seluruh PNS Lamteng per orang mengonsumsinya 2 kg per bulan. Mudah-mudahan cara ini semakin luas pemasarannya karena bisa diketahui banyak orang. Saya harap semua PNS berpartisipasi. Pembayarannya lewat masing-masing OPD. Setiap Jumat juga dilakukan makan bersama kepala SKPD. Mencicipi beras singkong dan jagung. Apalagi per hari produksi 2 ton beras. Masalah bahan baku, kita surplus. Nggak perlu khawatir," ungkapnya. Terkait kerja sama dengan Alfamart dan Indomaret soal pemasaran yang sudah dilakukan, Loekman mengakui belum maksimal. "Belum maksimal. Bisa dilihat. Tidak di semua Alfamart dan Indomaret tersedia. Kita akan coba pasarkan dengan kerja sama melalui pedagang sembako atau pengecer. Diecerkan di pasar-pasar. Tapi, biaya produksinya perlu dikaji supaya lebih murah lagi," katanya. Sedangkan Dewi Sartika dari PT Indometro yang selama ini memasarkan beras singkong dan jagung ini menyatakan beras ini tak jauh berbeda dengan beras padi. "Beras Sehatku, Beras Sigerku, dan Beras Tiwulku ini lebih mengenyangkan. Nggak jauh berbeda dengan beras padi. Bahkan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes dan yang ingin diet," katanya. Dewi Sartika juga mengakui masalah pemasaran jadi kendala. "Pemasarannya ini memang perlu ditingkatkan lagi. Dipromosikan lebih luas lagi. Apalagi beras ini hanya diproduksi di Lamteng," ujarnya. Terkait masa expaired beras, kata Dewi Sartika, beras ini bertahan selama sembilan bulanan. "Sembilan bulanan masa expaired-nya. Kalau sudah lewat, sama saja seperti beras biasa kurang enak saja," ungkapnya. Sementara Kepala Balitbangda Lamteng I Nyoman Suryana menyatakan masalah pemasaran harus terus digenjot. "Pemasarannya memang harus digenjot. Ekspansi ke luar MoU dengan Alfamart dan Indomart. Seperti kerja sama dengan rumah sakit yang melayani diet dan pengobatan diabetes," tegasnya.

Dipost Oleh Administrator

Admin Inovasi dan Teknologi Balitbangda Lampung Tengah

Post Terkait

Tinggalkan Komentar