Wabup Loekman:Tidak disiplin jabatan nya bisa di tarik

Wabup Loekman:Tidak disiplin jabatan nya bisa di tarik
Lampung Tengah - Tim Penilai Kinerja Kabupaten Lampung Tengah yang di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Lampung Tengah,  Loekman Djoyosoemarto melakukan isnpeksi mendadak (sidak) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Lampung Tengah. Hal tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan disiplin kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada dilingkungan Pemda setempat. Tak sedikit ASN yang telat masuk kantor dengan berbagai alasan, salah satunya Kadis Dukcapil hingga pukul 09.00 wib tidak berada di kantor. Dalam sidak ini, juga di temukan adanya PTHL yang namanya tidak terdaftar dalam absen di Dinasdukcapil,  disinyalir merupakan pegawai titipan. Saat melakukan sidak ke Kantor Inspektorat,  Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, langsung mengabsen satu persatu para pegawai secara manual.  Dalam sidak ini Wabup tidak hanya sendiri,  Sekretaris daerah (Sekda) Ady Erlansyah, juga melakukan sidak di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Selain itu juga turut pimpinan daerah lainya.  "Kami dari jajaran pimpinan daerah hari ini melakukan sidak ke enam OPD sebagai sampel. Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai. Bukan berarti pada kesempatan lain kami tidak melakukan sidak ke OPD lain,  nantinya kami juga akan melakukan sidak ke OPD yang hari ini kita sidak, " ujar Wabup Lamteng,  Loekman Djoyosoemarto,  25/07/2018. Sidak kali ini,  merupakan wahana untuk mengetahui sejauh mana kedisiplinan ASN, bukan hanya Kepala OPD tapi juga para pejabat eselon dua,  tiga dan empat. Tidak menutup kemingkinan dengan tidak disiplin waktu,  para pejabat yang bersangkutan untuk ditarik dari jabatan yang saat ini di embannya.  "Tidak hanya kepala OPD nya,  Sekretaris, Kabid dan kasinya juga. Ini semua adalah pejabat eselon,  tingkat kedisillinannya menjadi bahan evaluasi penugasan personil. Tidak menutup kemungkinan pelanggaran terhadap disiplin jam bisa berdampak pada penarikan dari jabatan yang saat ini di emban (Dipindah tugaskan). Karena jabatan itu bukan Hak ASN,  jabatan itu adalah kepercayaan dari pimpinan, " tegas Loekman.  Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah,  Ady Erlansyah setibanya di Kantor Disdukcapil pada pukul 07.45 wib baru menemukan delapan pegawai yang masuk kantor,  diantaranya tujuh ASN dan satu PTHL. Sekda juga melakukan absensi manual di kantor tersebut,  hingga pukul 09.00 wib Kadisdukcapil tidak mengisi absen kerja.  "Kami menegakan disiplin,  jadi tidak ada disiplin yang tingkatnya rendah, hari ini kita turun kelapangan untuk melihat langsung sampai dimana tingkat kedisiplinan para pegawai. Kita sudah mendapat gambaran, tentu kepala OPD tau bahwa ini akan menjadi bahan acuan kita untuk menegakan kedisiplinan. Untuk alasan keterlambatan Bus pegawai,  kita akan panggil sopirnya agar armada dari Bandar Lampung dan Kote Metro bisa berangkat lebih awal,  sehingga para pegawai tidak terlambat. Untuk yang hari ini terlambat Kita akan beri teguran kepada para ASN yang terlambat, " ujar Sekda,  Ady Erlansyah.  Lalu terkait adanya temuan,  pegawai Disdukcapil yang namanya tidak ada dalam absensi dan di sinyalir merupakan titipan dari pejabat. Sekda menerangkan bahwa dalam Peraturan Pemerintah sudah jelas,  dengan diangkatnya K2 dan K1, Pemerintah daerah tidak di perkenankan untuk mengangkat tenaga honorer.  "Di PP 56 sudah jelas,  setelah diangkatnya K2 dan K1, daerah tidak di perkenankan untuk mengangkat tenaga honorer. Kita tidak boleh lagi mengangkat kecuali ada kebutuhan yang sangat mendesak, karena itu menimbulkan resiko. Kecuali Pol PP diluar itu kita tidak boleh, untuk PTHL tidak di perkenankan mendapat honor dari APBD, tapi bisa di bayar melalui honor kegiatan," jelas Sekda. Selain itu,  Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah akan meningkatkan sistem Absensi para Pegawai,  nantinya setiap OPD akan mengunakan absen Finjerprin yang terkoneksi pada Kantor Pemkab Lamteng. Selain itu, bagi para kepala Dinas yang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah,  akan mengunakan sistem absensi melalui android, guna meningkatkan kedisiplinan.  "Nantinya semua pegawai dinas akan absen mengunakan sistem fingerprint yang terkoneksi ke kantor pemkab,  jadi akan terlihat semua jam berapa mereka sampai kantor,  dan jam berapa mereka meninggalkan kantor. Untuk kepala dinas yang kunker ke luar kota kita akan perketat dengan sistem android,  saat mereka perjalanan dinas misalnya ke jakarta,  nanti mereka absen lewat satelit jadi lokasi mereka akan terdeteksi. Mereka benar ada ke jakarta atau tidak, " tandasnya.(dr)

Dipost Oleh Administrator

Admin Inovasi dan Teknologi Balitbangda Lampung Tengah

Post Terkait

Tinggalkan Komentar