Wakil Bupati Loekman buka jambore perempuan tahun 2018

Wakil Bupati Loekman buka jambore perempuan tahun 2018
Lampung Tengah - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Tengah mencatat telah terjadi 27 kasus kekerasan terhadap perempuan atau KDRT selama 2018. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto saat membuka Jambore Perempuan 2018 yang kali pertama diadakan di Pondok Yangti, Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggibesar, (2/8/18). Loekman mengatakan, Jambore Perempuan 2018 kali pertama ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghilangkan kekerasan terhadap perempuan atau KDRT. "Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan atau KDRT. Kaum perempuan harus dilindungi dan disayangi," ucapnya Berdasarkan laporan, lanjut Loekman, ada 27 kasus kekerasan terhadap perempuan atau KDRT di Lamteng selama 2018. "Ada 27 kasus kekerasan terhadap perempuan atau KDRT selama 2018. Ini sangat memprihatinkan. Faktor penyebabnya juga karena kurang sosialisasi bagaimana bersikap dan berperilaku dalam rumah tangga. Baik karena faktor ekonomi, orang ketiga, dll. Ke depan akan disosialisasikan ke masyarakat dengan sasaran kaum laki-laki," ungkapnya. Pemerintah daerah sudah banyak upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama untuk kaum perempuan. "Sudah banyak upaya kita bagaimana kaum perempuan bisa sejahtera. Di antaranya peningkatan SDM dengan berbagai pelatihan wirausaha. Bagaimana kaum perempuan bisa kreatif, cerdas, dan mandiri," terangnya Wakil Bupati Loekman menambahkan, Dalam bidang pemerintah, sudah banyak kaum perempuan yang menjadi pemimpin. "Sudah banyak kaum perempuan yang pemimpin dan pejabat. Di Lamteng ini juga sudah ada Kadis dan camat dari kaum perempuan. Artinya kaum perempuan mampu setara dengan kaum laki-laki. Malahan, saya berpikir kalau bisa 30 persen pejabatnya dari kaum perempuan. Mudah-mudahan bisa terwujud," ungkapnya. Sedangkan Plt. Ketua PKK Lamteng Ellya Lusiana berharap peran serta media untuk menyosialisasikan bahwa kekerasan terhadap perempuan melanggar HAM. "Media juga harus ikut menyosialisasikan. Hapuskan kekerasan terhadap kaum perempuan atau KDRT ! Hal itu melanggar HAM. Perempuan berhap menikmati hidup. Sulit kalau hanya kami yang menyosialisasikan," katanya. Kekerasan terhadap perempuan, kata Ellya, bukan hanya fisik. "Bukan hanya fisik. Tapi kekerasan fisikis juga tidak boleh terjadi. Kalau saya sih Alhamdulillah belum pernah mengalami KDRT," ungkap istri Wabup Lamteng ini. Dalam kegiatan Jambore Perempuan 2018 yang dihadiri ratusan kaum perempuan ini diadakan berbagai perlombaan. Di antaranya lomba kerajinan tangan, senam, atau Yel Yel, pidato penyuluhan terkait untuk mencegah kekerasan kepada perempuan dan potret KDRT.(dr)

Dipost Oleh Administrator

Admin Inovasi dan Teknologi Balitbangda Lampung Tengah

Post Terkait

Tinggalkan Komentar